ALTERNATIF PENANGANAN MASALAH PERKARA PIDANA DENGAN PENDEKATAN RESTORATIVE JUSTICE

Authors

  • Sulkiah Universitas Bina Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.46306/rj.v1i1.1

Keywords:

Pidana, Restorative Justice

Abstract

Tujuan dari penegakan hukum adalah untuk memberikan perlindungan terhadap semua warga masyarakat dari semua tindak kejahatan yang mungkin terjadi, dengan demikian Negara mempunyai kewajiban untuk mengadakan pencegahan dan penanggulangan kejahatan tersebut, hal ini tidak terlepas diterapkannya sanksi  pidana oleh Negara, diamana sanksi pidana merupakan salah satu bagian dari upaya penegakan hukum sebagai sarana untuk melindungi masyarakat. Proses penyelesian melalui sistem peradilan pidana dengan menerapkan sanksi pidana dirasa tidak memberikan efek jera yang sangat signifikan terhadap para pelaku tindak pidana, meningkatnya angka kejahatan setiap tahunnya merupakan bentuk cermin bahwa penyelesaian melalui sistem peradilan pidana tidak begitu efektif sehingga harus dicarikan alternatif untuk memecahkan permasalahan tersebut, pemecahan masalah yang barang tentu berbeda dengan sistem peradilan pidana yang selama ini kita kenal pada umumnya. Istilah sistem peradilan pidana (criminal justice system) menunjukan mekanisme kerja dalam penanggulangan kejahatan yang menggunakan pendekatan sistem. Pendekatan sistem adalah pendekatan yang melibatkan beberapa unsur di dalamnya sebagai suatu kesatuan yang saling berhubungan (interelasi) dan saling mempengaruhi yang satu dengan yang lain. Melalui pendekatan ini Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan dan Lembaga Pemasyarakatan merupakan unsur penting dalam sistem peradilan pidana.

References

Agustinus Pohan, diversi dan restorative justice dalam undang-undang system peradilan pidan anak, Paparan Power Point, Jakarta: Maret 2014

Andi akabar, Dadang Sukmawijaya, Destia Aviandari, dkk, membongkar ingatan berbegai pengalaman, Kumpulan catatan pengalaman, Penerbit Lembaga Advokasi Hak Anak (LAHA)

Bambang Waluyo, Penegakan hukum di Indonesia, Sinar Grafika, 2017

DS Dewi, Mediasi Penal, Penerapan Restoratiove Justice di Pengadilan Anak Indonesia, Indie Publishing, 2011

Eva Achyani Zulfa dan Indrianto Seno AJi, Pergeseran Paradigma pemidanaan, Bandung, Lubuk Agung, 2011

Jim Consedine, restorative justice : Healing the effects of crime, Ploughshares publicatons lyteltons, 1995.

Mardjono Reksodiputro, Sistem Peradilan Pidana Indonesia (Melihat Kepada Kejahatan Dan Penegakan Hukum Dalam Batas Batas Toleransi), Fakultas Hukum Unversitas Indonesia, 1993.

Muladi, Kapita Selekta Hukum Pidana, Semarang : Badan penerbit Universitas Diponegoro, Semarang, 1995

Romli Atmasasmita, cita keadilan restorative dalam pembaharuan hukum pidana Indonesia, Makalah kuliah matrikulasi mahasiswa program S2 Ilmu Hukum Pada Fakultas Hukum UNiversitas Pajajaran tanggal 1 September 2012. Makalah ini dengan berbagai revisi redaksional pernah dibacakan pada seminar nasional “Peran Hakim dalam Meningkatkan profesionalisme menuju Peradilan yan Agung”. Diselenggarakan IKAHI dalam rangka ulang tahun IKAHI ke-59 tanggal 25 April 2012.

____________Atmasasmita, Sistem Peradilan Pidana (Criminal Justice System) Perspektif Eksistensialisme Dan Abolisionalisme, Penerbit Bina Cipta, Jakarta, 1996.

Suteki, Kebijakan tidak menegakan hukum (non enforcement of law), demi pemulihan keadilan substantif, Pidato pengukuhan guru besar, Badan Penerbit, Universitas Diponegoro, Semarang, Agustus 2010.

Restorasi Media Perlindungan Anak Konflik Hukum, Jurnal edisi ke-VIII/Volume ke III 2007, diterbitkan oleh Lembaga Advokasi Hak Anak (LAHA) Bandung.

Toni F. Marshall, Restoretive Justice : on over view (London : Home office, 1990)

Downloads

Published

2021-01-23