TINJAUAN YURIDIS PENANGANAN KASUS PERDAGANGAN ORANG (HUMAN TRAFFICKING) BERKEDOK “PERNIKAHAN BONEKA”

Authors

  • Fitriyanti STIH Painan Banten

DOI:

https://doi.org/10.46306/rj.v1i2.15

Keywords:

Doll marriage, Goals of marriage, human trafficking

Abstract

Pernikahan adalah perilaku mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa agar kehidupan di alam dunia berkembang baik. Perkawinan bukan saja terjadi di kalangan manusia, tetapi juga terjadi pada tanaman tumbuhan dan hewan. Dalam  kehidupan manusia di dunia manapun, pernikahan merupakan salah satu dimensi kehidupan  yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Pernikahan bukan semata-mata legalisasi, dari kehidupan bersama antara seorang laki-laki dan perempuan tetapi lebih dari itu pernikahan merupakan ikatan lahir batin dalam membina kehidupan keluarga.  Sejatinya, pernikahan terjadi atas dasar saling cinta antara laki-laki dan perempuan. Namun, bagaimana ternyata pernikahan tersebut hanyalah sebuah “pernikahan boneka”, yang bertujuan komersial?  Dimana pernikahan tersebut ditujukan untuk semata mata untuk mendapatkan keuntungan dengan cara perdagangan atau dikenal dengan istilah”trafficking”.  Fenomena semacam ini, membuat penulis merasa tertarik, karena itulah  Penulis membuat makalah dalam jurnal ini dengan judul  Tinjauan Yuridis Penanganan Kasus Perdagangan Orang (Human Trafficking) berkedok “pernikahan boneka.”

References

Asmin, Status Perkawinan Antar Agama ditinjau dari Undang-Undang No.1 Tahun 1974,P.T dian Rakyat, Jakarta ,1986

Hadikusuma, Hilman, Hukum Perkawinan Indonesia(Menurut: Perundangan, Hukum Adat, Hukum Agama), Masdar Maju, Bandung, 2007

Kustini, Menelusuri makna di balik fenomena perkawinan di bawah umur dan perkawinan tidak tercatat, Kementerian Agama RI, Badan Litbang dan Diklat, Puslitbang Kehidupan Keagamaan, Jakarta: 2013

Makruf Jamhari, dan Asep Saepudin Jahar, Hukum Keluarga, Pidana Dan Bisnis Kajian Perundang-Undangan Indonesia, Fikih Dan Hukum Internasiona, Kencana Prenadamadia Group, Jakarta : 2013

Muhammad, Abdul Kadir, Hukum Perdata Indonesia, PT.Citra Aditya Bakti, Bandung, 1993

Nuraeny, Henny, Tindak Pidana Perdagangan Orang: Kebijakan Hukum Pidana dan Pencegahannya, PT Sinar Grafika, Jakarta : 2011.

Prodjodikoro, Wrijono, Hukum Perkawinan Indonesia. Sumur. Bandung, 1974

Rasjidi, Lili, hukum Perkawinan dan Perceraian di Malaisia dan Indonesia, Cet ke-1, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung : 1991

Soetojo Prawirohamidjojo, R. Soetojo, Pluralisme Dalam Perundang-Undangan Perkawinan Di Indonesia (Surabaya: Airlangga University Press, 2006),

Suhardin, Yohanes, Tinjauan Yuridis Mengenai Perdagangan Orang Dari Perspektif Hak Asasi Manusia, Mimbar Hukum Volume 20, Nomor 3, Oktober 2008

Syafitri Rahayan, Salma, Analisis Rancangan Undan gundang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, Junal Perempuan No. 49.

Soesilo, R , Kitab Undang-undang Hukum Pidana beserta komentarkomentarnya,

Politeia, Bogor : 1991

Subekti, R dan R. Tjitrosudibyo, Kitab Undang-undang hukum perdata dengan TambahanUndang-Undang Pokok Agraria dan Undang-undang Perkawinan,Cet.ke-18, (Jakarta: pradnyaParamita,1984),547-548

Sudarsono, Hukum Perkawinan Nasional, PT. Rineka Cipta, Jakarta, 2005

Suwondo, Nani, Kedudukan Wanita Indonesia, PT Tintamas, Jakarta, 1970

Tahir Hamid, Andi, Beberapa Hal Baru Tentang Peradilan Agama dan Bidangnya, Sinar Grafika, Jakarta: 2005

Downloads

Published

2021-07-05