KRITISI OMNIBUS LAW DALAM PERSPEKTIF TOLERAN DALAM KHILAFIYAH

Authors

  • Firman Adi Candra Universitas Mathla ul Anwar

DOI:

https://doi.org/10.46306/rj.v1i1.6

Keywords:

Omnibus Law, Khilafiyah

Abstract

Undang-undang sapu jagat atau undang-undang omnibus (Omnibus bill atau omnibus law) adalah istilah untuk menyebut suatu undang-undang yang bersentuhan dengan berbagai macam topik dan dimaksudkan untuk mengamandemen, memangkas dan/atau mencabut sejumlah undang-undang lain. Konsep undang-undang itu umumnya ditemukan dalam sistem hukum umum (common law) seperti Amerika Serikat, dan jarang ditemui dalam sistem hukum sipil (civil law) seperti di Indonesia, karena ukuran dan cakupannya yang luas, perdebatan dan pengawasan terhadap perancangan undang-undang sapu jagat umumnya dibatasi. Dalam sejarahnya, undang-undang sapu jagat adakalanya digunakan untuk melahirkan amandemen yang kontroversial. Oleh sebab itu, beberapa kalangan menilai undang-undang sapu jagat bertentangan dengan demokrasi. Omnibus berasal dari Bahasa Latin, yang artinya “untuk semuanya”.

References

Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja

"Omnibus bills in Hill history". Lorne Gunter. Sun Media. 18 June 2012. Retrieved 18 June

https://id.wikipedia.org/wiki/Undang-Undang_Cipta_Kerja

Eko Digdoyo (2018). "Kajian Isu Toleransi Beragama, Budaya, dan Tanggung Jawab Sosial

Media". Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan

Al-Maraghi, Musthafa. Tafsir al-Maraghi. Beirut

Dewan Redaksi, Ensklopedia Islam (2001). ensklopedia Islam. Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve. hlm. 193.

Downloads

Published

2021-01-23